HALLOUP.COM – Partai Gerindra akan mewakafkan kader terbaiknya, yakni Prabowo Subianto untuk memberikan perlindungan dan solusi terhadap rakyat.
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan hal tersebut di hadapan ribuan kader Gerindra saat menghadiri konsolidasi akbar kader Gerindra di Kota Bekasi dan Kota Depok.
“Pak Prabowo akan menjadi abdi negara, abdi rakyat, dan abdi bangsa,” kata Ahmad Muzani dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu, 9 Juli 2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Orang yang selalu mengabdi pada kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara,” kata Ahmad Muzani.
Pada kesempatan itu Muzani berterima kasih kepada kader yang hadir pada konsolidasi tersebut.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Partai Gerindra Ajak Menangkan Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden 2024 dengan Cara Tenang dan Santun
Menurut dia, semangat para kader itulah yang menyebabkan Prabowo tidak gentar berjuang untuk mengabdi rakyat, bangsa, dan negara.
Baca Juga:
Menanti Cairnya Dana Serapan Gula Demi Harga Stabil Petani
Klarifikasi BI Soal Uang Baru Rp22.500, Publik Diminta Waspada Hoaks
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
“Itu sebabnya kekuasaan yang akan digunakan Pak Prabowo bila diberikan amanat oleh rakyat untuk menjadi presiden adalah melayani rakyat dengan sebaik-baiknya,” kata Ahmad Muzani.
Kritik zonasi pendidikan
Pada kesempatan yang sama, Muzani menyinggung persoalan sistem zonasi terkait dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB).
“Sekarang ibu-ibu dan bapak-bapak di sini pasti merasakan akibat dari kebijakan PPDB zonasi.”
Baca Juga:
Tragedi Sumur Minyak Blora, Antara Risiko Kematian dan Harapan Ekonomi
Tiga Wilayah Terendam, Tiga Pelajaran Penting Menghadapi Risiko Banjir Mendatang
KPK Selidiki Dugaan Suap Kuota Haji 2023-2024, Kerugian Negara Rp1 T
Anak-anak kita yang mau sekolah, padahal sekolahnya dekat dengan rumah, kan tetapi, karena beda wilayah, anak kita jadi tidak bisa sekolah di situ.
Menurut Muzani, setiap kebijakan tidak bisa memuaskan semua pihak sehingga untuk kebijakan yang tidak memuaskan tersebut perlu peninjauan ulang.
“Kadang-kadang memang kebijakan ada yang tidak sesuai dengan harapan rakyat banyak.
“Sebaiknya yang seperti-seperti ini dipikirkan ulang, setuju?” ucap Muzani disambut jawaban riuh setuju oleh kader Gerindra.***