Tiga Wilayah Terendam, Tiga Pelajaran Penting Menghadapi Risiko Banjir Mendatang

Cerita banjir di Bandung, Tangerang, dan Bolaang mengajarkan pentingnya kesiapsiagaan, mitigasi, dan tata ruang yang berpihak pada lingkungan.

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 14 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. (Dok. BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow)

Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. (Dok. BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow)

SAAT ini, masyarakat perlu mempertanyakan: apa yang membuat instrumen keuangan syariah di Indonesia bisa tumbuh begitu dominan?

Jawabannya terletak pada peran sentral Sukuk Negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai pengungkit utama yang mendorong pertumbuhan aset keuangan syariah.

Menurut Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, selama ini SBSN menjadi penopang utama aset keuangan syariah, dengan porsi hingga 51,42 persen.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menyatakan, “yang menggelembungkan aset itu adalah instrumen keuangan negara. Sukuk di Indonesia didominasi oleh sukuknya negara.”

Pernyataan ini membuka perspektif baru tentang dominasi negara dalam membangun kepercayaan publik terhadap instrumen syariah.

Penerbitan Internasional dan Domestik sebagai Strategi Ganda

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah telah menerbitkan SBSN senilai 7,7 miliar dolar AS di pasar internasional serta Rp 84,7 triliun di dalam negeri.

Langkah ini menunjukkan strategi ganda: memanfaatkan pasar global untuk menarik investor luar negeri, sambil membangun basis domestik lewat penerbitan dalam rupiah.

Green Sukuk: Langkah Keuangan Berkelanjutan

Dalam semangat keberlanjutan, pemerintah juga mengeluarkan green sukuk (sukuk hijau).

Sri Mulyani menyatakan bahwa instrumen ini membantu meningkatkan peringkat Indonesia dalam keuangan syariah global.

Dengan demikian, sukuk hijau tak hanya mendukung proyek ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat reputasi internasional Indonesia dalam ekosistem keuangan syariah.

Dorongan untuk Investor Ritel dan Infrastruktur

Sri Mulyani berharap agar lebih banyak investor ritel tertarik membeli SBSN.

rena “obligasi ini digunakan untuk membangun berbagai proyek infrastruktur layanan umum, seperti perguruan tinggi, sekolah, hingga rumah sakit”.

Dengan demikian, investasi di sukuk juga membawa efek nyata bagi pembangunan publik—menciptakan narasi moral dan utilitas sosial yang kuat.

Sinergi SBSN dengan Ekosistem Keuangan Syariah

Data terbaru menunjukkan bahwa aset industri keuangan syariah (di luar kapitalisasi saham syariah) mencapai Rp 2.883,67 triliun pada tahun 2024.

Kendati demikian, peningkatan aset ini tidak lepas dari peran dominan SBSN.

Memperluas peran sukuk korporasi menjadi langkah penting selanjutnya, sebagaimana diungkap Sri Mulyani bahwa “korporasi perlu untuk didorong lebih banyak lagi” dalam menerbitkan sukuk.

Hal ini diperlukan untuk memperkuat ekosistem syariah secara menyeluruh dan mengurangi ketergantungan pada penerbitan negara.

Menguatnya Dominasi SBSN dan Tantangan Ke Depan

Dominasi SBSN memang menjadi kekuatan pendorong pasar keuangan syariah Indonesia, namun juga menimbulkan tantangan struktural.

Ketergantungan yang tinggi terhadap penerbitan negara berisiko mengurangi diversifikasi instrumen.

Dorongan untuk penerbit sukuk korporasi menjadi kunci agar industri ini lebih resilient.

Selain itu, peningkatan penawaran sukuk ritel dan korporasi juga akan memperluas partisipasi investor dan memperkuat stabilitas sistem keuangan syariah.

Optimasi SEO juga disertakan melalui kawalan kata kunci seperti: Sukuk Negara, SBSN, green sukuk, keuangan syariah, instrumen syariah, dan investor ritel, yang dapat membantu artikel ini muncul di hasil pencarian.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Kongsinews.com dan Hilirisasinews.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Halloup.com dan Halloupdate.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatimraya.com dan Hellocianjur.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Tragedi Sumur Minyak Blora, Antara Risiko Kematian dan Harapan Ekonomi
Kabut Asap Akibat Karhutla di Kota Banjarmasin Meluas, Tim Gabungan Terus Berupaya Kendalikan

Berita Terkait

Senin, 18 Agustus 2025 - 13:52 WIB

Tragedi Sumur Minyak Blora, Antara Risiko Kematian dan Harapan Ekonomi

Kamis, 14 Agustus 2025 - 07:51 WIB

Tiga Wilayah Terendam, Tiga Pelajaran Penting Menghadapi Risiko Banjir Mendatang

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 08:53 WIB

Kabut Asap Akibat Karhutla di Kota Banjarmasin Meluas, Tim Gabungan Terus Berupaya Kendalikan

Berita Terbaru

Petani gula menanti kepastian serapan hasil panen mereka oleh pemerintah. (Pixabay.com/jakob5200)

Ekonomi

Menanti Cairnya Dana Serapan Gula Demi Harga Stabil Petani

Jumat, 29 Agu 2025 - 10:54 WIB