HALLOUP.COM – Presiden Jokowi meminta untuk semua pihak mengkroscek kebenaran soal isu tamparan dari Menhan Prabowo Subianto pada Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi saat rapat kabinet.
“Ya ditanyakan lah. Dalam situasi politik seperti ini, pasti banyak isu-isu seperti itu.”
“Jadi tolong dikroscek kebenaran nya,” kata Jokowi di sela kunjungannya di PT Pindad, Bandung, Selasa, 19 September 2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, Presiden Jokowi menyatakan kini Prabowo Subianto adalah pribadi yang telah berubah.
Baca artikel lainnya di sini: Isu Pencekikan Menteri dalam Ratas di Istana Presiden, Jokowi: Tahun Politik itu Banyak Berita-berita Seperti Itu
“Beliau menyampaikan ketemu saja belum. Pak Prabowo sekarang sabar kok,” ucapnya.
Sementara Prabowo Subianto yang juga berada di lokasi, mengatakan bahwa dirinya memang belum bertemu dengan Wamentan tersebut.
Baca Juga:
Menanti Cairnya Dana Serapan Gula Demi Harga Stabil Petani
Klarifikasi BI Soal Uang Baru Rp22.500, Publik Diminta Waspada Hoaks
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
“Saya ketemu saja belum dengan Wamen-nya tuh,” ucap Prabowo Subianto.
Terkait dengan isu miring soal dirinya ini, Prabowo Subianto berharap situasinya bisa sejuk dan tenang.
Prabowo Subianto tak menutup kemungkinan untuk memproses lebih lanjut jika ada kesengajaan pembuatan isu.
“Saya harap bisa sejuk-sejuk saja, tapi (laporan soal hoax) nanti sedang diproses dan dipelajari,” ucap Prabowo Subianto.
Baca Juga:
Tragedi Sumur Minyak Blora, Antara Risiko Kematian dan Harapan Ekonomi
Tiga Wilayah Terendam, Tiga Pelajaran Penting Menghadapi Risiko Banjir Mendatang
KPK Selidiki Dugaan Suap Kuota Haji 2023-2024, Kerugian Negara Rp1 T
Sebelumnya, media sosial diramaikan kabar burung tentang seorang menteri mencekik wakil menteri di sebuah rapat kabinet.
Dalam isu tersebut, menteri itu disebut-sebut berstatus sebagai calon presiden.
Isu ini diembuskan seorang pengguna Twitter lewat video yang menyebut isu ini muncul karena keramaian di sebuah grup percakapan.
Dia menyebut ada anggota grup bertanya tentang isu seorang menteri mencekik dan menampar salah seorang wakil menteri sebelum rapat.***