HALLOUP.COM – Prabowo Subianto kemungkinan besar mendapatkan dukungan (endorsement) Presiden Jokowi menjadi Bakal Calon Presiden RI 2024-2029.
Hal itu terungkap dari hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang dilakukan pada 10 hingga 19 Juli 2023.
Direktur Eksekutif LSN Gema Nusantara Bakry dalam siaran daring melalui kanal Youtube merilis hal itu di Jakarta, Rabu, 26 Juli 2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebanyak 45,3 persen responden meyakini bahwa tokoh yang akan mendapatkan endorsement dari Presiden Jokowi untuk menjadi calon Presiden 2024-2029 adalah Prabowo Subianto,” kata Gema Nusantara Bakry.
Gema Nusantara menyebut keyakinan publik bahwa Prabowo akan di-endorse Presiden Jokowi bahkan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Kejagung Jelaskan Ada atau Tidaknya Keterlibatan Airlangga Hartatarto dalam Perkara Tipikor Minyak Goreng
Sementara itu, lanjut dia, sebanyak 30,2 persen publik meyakini bahwa Ganjar Pranowo yang kemungkinan besar akan mendapatkan endorsement dari Jokowi untuk menjadi bakal capres RI periode mendatang.
Baca Juga:
CGTN: Tiongkok dan Myanmar Sepakat Memperkuat Kerja Sama Praktis dalam Berbagai Bidang
Geely Farizon Luncurkan Solusi Mobilitas Hijau dan Cerdas di Hong Kong Expo 2026
“Keyakinan publik bahwa Ganjar lah yang akan mendapatkan endorsement justru terus menurun.”
“Saat ini tinggal 30,2 persen publik yang meyakini bahwa Ganjar akan di-endorse oleh Jokowi untuk menjadi Presiden RI,” ujar Gema Nusantara.
Tokoh nasional lainnya yang kemungkinan besar akan mendapatkan endorsement Presiden Jokowi untuk menjadi bakal capres ialah Erick Thohir sebanyak 8,4 persen, dan Mahfud MD sebanyak 6,2 persen.
Adapun 5,5 persen publik menjawab tokoh lainnya, serta 4,4 persen sisanya menjawab tidak tahu.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Temuan hasil survei LSN itu dilakukan terhadap 1.420 responden dengan teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat.
Responden yang dijadikan sampel adalah berusia minimal 17 tahun atau sudah memiliki KTP.
Survei yang dilakukan di 34 provinsi di Indonesia itu menggunakan teknik wawancara tatap muka.
Dengan toleransi atau batas kesalahan (“margin of error”) sekitar 2,6 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.***



















