HALLOUP.COM – PDI Perjuangan menanggapi soal kabar keterlibatan Presiden Jokowi dalam pertemuan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dengan Prabowo Subianto.
Gibran Rakabuming bertemu dengan Prabowo Subianto di Angkringan Omah Semar, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta pada Jumat 19 Mei 2023 malam.
Setelah bertemu Gibran Rakabuming, sedikitnya 15 kelompok relawan Jokowi – Gibran secara terbuka dan melakukan deklarasi dukung Prabowo Subianto untuk Pilpres 2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membantah dugaan keterlibatan Presiden Jokowi dalam Gibran Rakabuming dengan Prabowo Subianto
“Enggak, tidak. Pak Jokowi kan bertanggung jawab di tingkat nasional sangat banyak,” ujar Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin, 22 Mei 2023.
Baca artikel menarik lainnya di sini: Gibran Rakabuming Sudah Jelaskan dengan Detail Terkait Pertemuannya dengan Prabowo Subianto
Menurut Hasto Kristiyanto, Presiden Jokowi sudah memiliki banyak tanggung jawab sebagai kepala negara.
Baca Juga:
Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi
Sehingga, kata Hasto Kristiyanto, pertemuan antara Gibran Rakabuming dan Prabowo tidak ada kaitannya dengan Jokowi.
Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa status Jokowi dan Gibran Rakabuming kerap kali menjadi bingkai politik oleh pihak tertentu.
Hasto Kristiyanto mewajarkan apabila Gibran Rakabuming sebagai wali kota menerima tamu dari berbagai kalangan.
“Jadi, sama hanya karena Mas Gibran beliau adalah putra presiden. Maka, ini mendapat sorotan publik yang luas,” kata Hasto Kristiyanto.
Baca Juga:
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari
“Padahal di luar itu, wali kota kita juga banyak menerima tamu-tamu semua diterima dengan baik, karena ini menjelang pilpres muncul banyak pembingkaian,” tutur Hasto Kristiyanto.***


















