Musim Peralihan Bawa Ancaman: Warga Bogor dan Denpasar Hadapi Bencana Alam

Fenomena angin kencang dan gelombang pasang di awal Agustus menjadi pelajaran penting tentang pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim di Indonesia.

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Bogor bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak akibat angin kencang pada awal Agustus 2025. (Dok. BPBD Kabupaten Bogor)

Warga Bogor bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak akibat angin kencang pada awal Agustus 2025. (Dok. BPBD Kabupaten Bogor)

MUSIM peralihan di Indonesia selalu menjadi masa yang penuh teka-teki, di mana cuaca dapat berubah drastis dalam hitungan menit, mengubah hari cerah menjadi badai berbahaya.

Fenomena angin kencang di Kabupaten Bogor dan gelombang pasang di Denpasar pada awal Agustus 2025 menjadi pengingat tajam.

Bahwa bencana alam tak selalu datang dari gempa besar atau letusan gunung, melainkan sering kali dari gejala meteorologis yang tampak sepele.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut BMKG, angin kencang di wilayah dataran tinggi dan pesisir sering dipicu oleh perbedaan tekanan udara yang ekstrem, diperparah oleh pemanasan global yang mengubah pola angin regional.

Ketidakpastian ini bukan hanya soal cuaca, tetapi cermin dari tantangan adaptasi manusia terhadap iklim yang semakin sulit diprediksi.

Bogor Diterjang Angin Kencang: Rumah Retak, Atap Terbang, dan Puluhan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Selasa sore (5/8/2025), langit yang awalnya mendung berubah menjadi arena kekuatan alam yang mengamuk, menghancurkan atap rumah dan meretakkan dinding beton.

Berdasarkan data BNPB, delapan rumah rusak di Desa Sirnajaya dan Sukaharja, termasuk satu unit rusak berat, sementara 32 jiwa terdampak langsung oleh peristiwa itu.

Tak jauh dari lokasi itu, di Kecamatan Parung, angin kencang meluluhlantakkan 11 rumah, memaksa warga bergotong royong memperbaiki atap dengan bantuan tim gabungan BPBD, Satpol PP, dan relawan desa.

“Angin datang tiba-tiba, seperti merobek langit, dan atap rumah kami terlempar begitu saja,” ujar Rukmana, warga Desa Iwul, saat ditemui di lokasi evakuasi darurat.

Kejadian ini menunjukkan bahwa bahkan wilayah yang relatif jauh dari garis pantai pun tidak kebal terhadap bencana angin ekstrem.

Gelombang Pasang di Denpasar: Kapal Terbalik, Nyawa Melayang, dan Luka-Luka di Pesisir Bali

Pesisir Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Bali, yang biasanya menjadi destinasi wisata populer, berubah menjadi zona bencana setelah gelombang pasang menghantam pada Selasa (5/8/2025) sore.

Gelombang setinggi lebih dari dua meter memicu terbaliknya sebuah kapal fast boat, menewaskan tiga orang dan melukai 12 lainnya, memicu operasi penyelamatan besar-besaran di tengah kondisi laut yang ganas.

Made Arya, salah satu penyelam relawan, menceritakan bahwa arus bawah laut begitu kuat sehingga sulit untuk berenang bahkan bagi penyelam berpengalaman.

Tim gabungan dari BPBD Bali, Basarnas, TNI-Polri, Kemenhub, dan relawan wisata pantai bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi korban dan menormalkan kembali jalur pelayaran.

Fenomena ini memperkuat data Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa abrasi pantai di Bali meningkat signifikan akibat perubahan arus laut dan kenaikan muka air laut global.

Ilmu di Balik Bencana: Bagaimana Pemanasan Global Memicu Angin Ekstrem dan Gelombang Pasang

Para ahli meteorologi menjelaskan bahwa angin kencang seperti di Bogor terjadi karena konvergensi massa udara yang dipicu ketidakstabilan atmosfer saat musim peralihan.

Gelombang pasang di Bali, sementara itu, adalah kombinasi dari pasang purnama, badai laut di Samudra Hindia, dan anomali suhu permukaan laut yang semakin hangat.

Dr. Erma Yulihastin, peneliti klimatologi di BRIN, menegaskan bahwa tren ini konsisten dengan proyeksi perubahan iklim di Asia Tenggara, di mana peristiwa cuaca ekstrem akan semakin sering dan intens.

Fenomena ini tidak hanya mengancam keselamatan manusia, tetapi juga mempengaruhi infrastruktur pesisir, pariwisata, dan ekosistem laut.

Dari perspektif geografi bencana, wilayah seperti Indonesia, yang terletak di persimpangan samudra dan beriklim tropis, adalah laboratorium alam yang dinamis sekaligus rapuh.

Kesiapsiagaan Masyarakat dan Pemerintah: Strategi Menghadapi Realitas Baru Perubahan Iklim

BNPB mengimbau warga di wilayah rawan angin kencang untuk rutin memeriksa kondisi atap rumah dan memangkas pohon yang berpotensi tumbang saat badai.

Selain itu, masyarakat pesisir dianjurkan memantau peringatan dini gelombang tinggi dari BMKG serta mematuhi larangan melaut saat cuaca buruk.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan bahwa kesiapsiagaan berbasis komunitas menjadi kunci, karena penanganan darurat selalu berpacu dengan waktu.

“Informasi cuaca bukan hanya angka dan grafik, tetapi peringatan yang menyelamatkan nyawa,” ujarnya dalam konferensi pers daring.

Di tengah realitas perubahan iklim, adaptasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar Indonesia mampu bertahan menghadapi alam yang semakin tak terduga.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahbisnis.com dan Belanjaoke.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Delapannews.com dan Apakabarindonesia.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Heijakarta.com dan Hallopapua.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Menguak Kasus PT IIM: KPK Perkuat Upaya Penegakan Hukum Investasi Fiktif
PROPAMI Care Salurkan Bantuan untuk Meringankan Beban Panti Al Hurriyah
Tiga Juru Parkir Diringkus Usai Aniaya Sopir Taksi di Blok M, Gara-gara Ucapan yang Pancing Emosi
Kasus Bayi Tertukar di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, Polisi: Hasil Tes DNA 2 Minggu Lagi
Di Dekat Area Parkir Motor Stasiun Bojonggede, Bogor, Pria Berusia 45 Tahun Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa
Kapolres Bogor akan Tindak Tegas Oknum Polisi yang Pukul Kepala Ibu Kandung dengan Tabung Gas hingga Tewas
Pengesahan Perubahan AD dan Laporan Kinerja 2023 Jadi Fokus Utama RUA RUALB PROPAMI di Ancol
Sertifikasi Antikorupsi: Rapat LSP KPK dan BNSP Bahas Pengembangan SDM Berkompetensi Global

Berita Terkait

Jumat, 8 Agustus 2025 - 08:31 WIB

Musim Peralihan Bawa Ancaman: Warga Bogor dan Denpasar Hadapi Bencana Alam

Selasa, 24 Juni 2025 - 15:19 WIB

Menguak Kasus PT IIM: KPK Perkuat Upaya Penegakan Hukum Investasi Fiktif

Senin, 19 Mei 2025 - 14:27 WIB

PROPAMI Care Salurkan Bantuan untuk Meringankan Beban Panti Al Hurriyah

Kamis, 15 Mei 2025 - 13:39 WIB

Tiga Juru Parkir Diringkus Usai Aniaya Sopir Taksi di Blok M, Gara-gara Ucapan yang Pancing Emosi

Rabu, 18 Desember 2024 - 13:37 WIB

Kasus Bayi Tertukar di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, Polisi: Hasil Tes DNA 2 Minggu Lagi

Berita Terbaru

Petani gula menanti kepastian serapan hasil panen mereka oleh pemerintah. (Pixabay.com/jakob5200)

Ekonomi

Menanti Cairnya Dana Serapan Gula Demi Harga Stabil Petani

Jumat, 29 Agu 2025 - 10:54 WIB