Menanti Cairnya Dana Serapan Gula Demi Harga Stabil Petani

Alokasi Rp 1,5 triliun jadi harapan baru petani gula, Bapanas dorong penguatan stok cadangan dan pastikan pengawasan rembesan gula rafinasi.

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 29 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani gula menanti kepastian serapan hasil panen mereka oleh pemerintah. (Pixabay.com/jakob5200)

Petani gula menanti kepastian serapan hasil panen mereka oleh pemerintah. (Pixabay.com/jakob5200)

SENYAP malam di pedalaman Jawa hanya pecah oleh derit roda gerobak tebu yang tertinggal di pinggir jalan, sementara para petani duduk resah.

Menunggu kabar kapan hasil panen mereka benar-benar dibeli pemerintah, karena harga di pasar makin rawan jatuh.

Di Jakarta, para pejabat Bapanas menggelar rapat panjang tentang nasib gula yang menumpuk di gudang, membicarakan alokasi Rp 1,5 triliun dari Danantara melalui ID FOOD.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dana yang dijanjikan itu menjadi pemicu penyerapan, namun hingga kini masih menyisakan tanda tanya di kalangan petani.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa dana itu memang sudah diputuskan turun.

Hanya saja butuh sedikit kesabaran agar penyerapannya berjalan dengan tata kelola yang benar.

“Pedagang sudah dipicu oleh Danantara, mereka akan berani membeli setelah Danantara masuk.”

“Tapi memang governance harus benar, ini bukan bisa sembarangan,” ujar Ketut selepas mengisi Seminar Ekosistem Gula Nasional di Jakarta, 27 Agustus 2025.

Janji Penyerapan Gula dan Harapan Yang Masih Menggantung

Bapanas menekankan agar stok Cadangan Gula Pemerintah diperkuat dengan memanfaatkan produksi dalam negeri.

Sesuai surat Kepala Bapanas kepada Menteri BUMN bertanggal 14 Agustus 2025 yang menunjuk ID FOOD sebagai penyelenggara utama.

Keputusan Kepala Bapanas Nomor 40 Tahun 2025 telah menetapkan target stok minimal CGP sebesar 260 ribu ton dan stok akhir tahun di kisaran 26 ribu ton.

Sebuah angka yang diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Penyaluran gula nantinya dapat masuk ke pasar umum dengan mengacu pada Harga Acuan Penjualan yang ditetapkan dalam regulasi Bapanas.

Sehingga tidak membebani masyarakat sekaligus memberi ruang aman bagi petani.

Namun di balik itu, stok raw sugar impor yang masuk pada Maret dan April masih tersimpan rapi.

Belum menyentuh pasar, demi menjaga cadangan tanpa menekan harga gula petani yang baru memasuki masa panen raya.

Rembesan Gula Rafinasi Menjadi Hantu yang Membayangi Pasar

Selain urusan dana dan stok, Bapanas bersama Satgas Pangan Polri kini memperketat pengawasan terhadap rembesan gula rafinasi yang kerap menekan harga gula petani di pasar tradisional.

“Solusi lain adalah penegakan hukum terhadap rembesan gula rafinasi, ini sudah jadi target bersama Satgas Pangan Polri, dan harus kita eliminir,” tegas Ketut.

Para petani diingatkan agar kompak menjaga harga jual tebu tidak jatuh di bawah Rp 14.500 per kilogram, karena ketidakpatuhan satu pihak saja bisa melemahkan posisi tawar seluruh kelompok petani.

“Pemerintah sudah memberi ruang dengan HAP, maka jangan ada yang menjual di bawahnya.”

“Kalau ada laporkan, siapa yang beli dan siapa yang menjual,” ujar Ketut menekankan.

Kehadiran Pemerintah Dipertaruhkan dalam Stabilitas Gula Nasional

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, memastikan langkah penyerapan ini bukan sekadar program teknis, melainkan bentuk nyata kehadiran negara untuk melindungi produsen pangan, khususnya gula rakyat.

Ia menegaskan impor raw sugar beberapa bulan lalu hanya bertujuan mempertebal cadangan pemerintah dan sama sekali tidak mengganggu harga gula petani, sebab saat itu panen raya belum berlangsung.

“Semangat produksi sedulur petani gula harus dijaga, pengadaan raw sugar tidak memberi fluktuasi berarti karena sudah selesai sejak April lalu,” kata Arief.

Harapannya, dana Danantara yang segera cair dan serapan ID FOOD mampu menjadi jangkar stabilitas pergulaan nasional, mengurangi keresahan petani yang khawatir tebu mereka menumpuk tanpa harga.

Produksi Gula Indonesia Menguat di Tengah Persaingan Regional

Meski masih dihantui masalah klasik penyerapan, laporan FAO dalam Food Outlook Biannual Report on Global Food Markets Juni 2025 memberi secercah optimisme.

Dengan proyeksi produksi gula Indonesia periode 2024/2025 mencapai 2,6 juta ton.

Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai produsen gula terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Thailand dengan 10 juta ton, melampaui Filipina yang 1,8 juta ton dan Vietnam 1,1 juta ton.

Namun angka produksi tidak akan berarti banyak jika penyerapan domestik tersendat, harga tidak terjaga, dan petani dipaksa menjual di bawah acuan karena lemahnya regulasi di lapangan.

Jalan Panjang Menjaga Harga dan Harapan Petani Gula

Maka, cerita gula bukan semata urusan angka dalam laporan atau rapat pejabat.

Melainkan soal wajah-wajah petani yang resah di ladang tebu, menunggu janji penyerapan benar-benar ditepati.

Ketika dana Rp 1,5 triliun dari Danantara akhirnya mengalir, harapannya bukan hanya gudang yang penuh.

Tetapi juga hati para petani yang kembali lega karena hasil panen mereka dihargai layak.

Di tengah panas ladang yang menguning, suara itu masih berulang: harga harus stabil, stok harus terjaga, dan pemerintah tidak boleh lagi telat hadir.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Klarifikasi BI Soal Uang Baru Rp22.500, Publik Diminta Waspada Hoaks
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hallo.id Resmi Menjadi Media Ekonomi Dengan Fokus Analisis Dan Data Perekonomian Nasional
Pertamina Drilling Catat Efisiensi Lewat IDESS, Pengeboran Kian Andal
Manfaat Press Release Berbayar untuk Publikasi Cepat dan Reputasi Bisnis
Semua Jurus Dikeluarkan, Tarif Trump Tetap Menghantam Ekspor RI
Pengadaan EDC Disorot KPK, BRI Tegaskan Keamanan Nasabah dan GCG Aktif
Bimo Wijayanto Siap Jabat Dirjen Pajak, Tunggu Pelantikan dari Menteri Sri Mulyani di Kemenkeu

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 10:54 WIB

Menanti Cairnya Dana Serapan Gula Demi Harga Stabil Petani

Senin, 25 Agustus 2025 - 09:17 WIB

Klarifikasi BI Soal Uang Baru Rp22.500, Publik Diminta Waspada Hoaks

Selasa, 19 Agustus 2025 - 07:45 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 07:19 WIB

Hallo.id Resmi Menjadi Media Ekonomi Dengan Fokus Analisis Dan Data Perekonomian Nasional

Rabu, 6 Agustus 2025 - 08:30 WIB

Pertamina Drilling Catat Efisiensi Lewat IDESS, Pengeboran Kian Andal

Berita Terbaru

Petani gula menanti kepastian serapan hasil panen mereka oleh pemerintah. (Pixabay.com/jakob5200)

Ekonomi

Menanti Cairnya Dana Serapan Gula Demi Harga Stabil Petani

Jumat, 29 Agu 2025 - 10:54 WIB