HALLOUP.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung program hilirisasi.
Yakni dengan meningkatkan produksi perikanan di hulu yang bersumber dari perikanan tangkap maupun budidaya.
Hasil perikanan tangkap Indonesia pada tahun 2022 sebanyak 7,5 juta ton, ikan budidaya 5,5 juta ton, sedangkan produksi rumput laut sebesar 9,2 juta ton.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program yang sudah berjalan seperti modeling budidaya rumput laut, udang, dan tiliapia akan diperluas untuk meningkatkan volume sekaligus kualitas komoditas yang dihasilkan.
Dikutip Infomaritim.com, strategi ini untuk menjamin stabilitas bahan baku hasil perikanan yang dibutuhkan oleh industri hilir.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
“Jadi yang penting adalah hulu yang menjadi konsen kami. Nanti di hilir ada Pak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi).”
Baca Juga:
Menanti Cairnya Dana Serapan Gula Demi Harga Stabil Petani
Klarifikasi BI Soal Uang Baru Rp22.500, Publik Diminta Waspada Hoaks
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
“Kalau hulunya kuat, stabil, beliau akan mudah mengundang investor kemudian dilakukan inovasi.”
“Untuk penciptaan nilai tambah hasil perikanan,” ujar Sakti Wahyu Trenggono, pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2024.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengakui peranan penting sektor kelautan dan perikanan dalam program hilirisasi.
Dari 28 komoditas prioritas hilirisasi, enam di antaranya dari sektor kelautan dan perikanan.
Baca Juga:
Tragedi Sumur Minyak Blora, Antara Risiko Kematian dan Harapan Ekonomi
Tiga Wilayah Terendam, Tiga Pelajaran Penting Menghadapi Risiko Banjir Mendatang
KPK Selidiki Dugaan Suap Kuota Haji 2023-2024, Kerugian Negara Rp1 T
Yakni udang, ikan tuna, cakalang dan tongkol (TCT), rajungan, tilapia, rumput laut, serta produk garam.
“Kalau selama ini mungkin lebih ke mineral, kita juga akan melakukan hilirisasi di bidang pertanian, perkebunan, juga kelautan dan perikanan.”
“Kita penghasil rumput laut nomor 2 terbesar dunia, tapi kalau tropical seaweed kita nomor 1. Kita juga punya ikan nila, rajungan,” ungkapnya.
Berdasarkan hitungannya, program hilirisasi akan menghasilkan dampak ekonomi cukup besar hingga tahun 2040.
Dari total investasi 618 miliar dolar AS yang dibutukan, akan menghasilkan nilai ekspor sebesar 857,9 miliar dolar AS, PDB 235, 9 miliar dolar AS hingga menyerap lebih dari 3 juta tenaga kerja.
Menteri Sakti Wahyu Trenggono sedang disiapkan modeling atau proyek percontohan budidaya tuna farming di Biak dengan melibatkan investor dari Turki.
Baca Juga:
Prabowo dan Pemimpin ASEAN Tandatangani Deklarasi Kuala Lumpur untuk Visi 2045
Bimo Wijayanto Siap Jabat Dirjen Pajak, Tunggu Pelantikan dari Menteri Sri Mulyani di Kemenkeu
Gelombang PHK Masif di 2025: Angka Meningkat, Sektor yang Terdampak Semakin Meluas
Begitu juga dengan modeling produksi untuk komoditas garam di Nusa Tenggara Timur dan rajungan di Jawa Timur.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoekbis.com dan Pangannews.com
Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Bogorterkini.com dan Hallopresiden.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)
Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia /PSPI): 085315557788, 087815557788, 08111157788.
Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.