HALLOUP.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta semua pihak untuk turut berpartisipasi dalam Kampanye Pemilu Damai 2024.
Terutama dalam mencegah penyebaran hoax.
Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi mengatakan ada tiga langkah untuk mencegah penyebaran hoax.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satunya dengan bersikap kritis terhadap informasi yang diterima.
“Pertama, jangan langsung menyebarkan informasi yang diterima.”
Baca artikel lainnya di sini :Dugaan Hoaks Lewat Medsos, Jubir TPN Ganjar Mahfud, Aiman Witjaksono Diadukan 6 Laporan Polisi ke Polda
“Kedua, periksa kebenaran informasi yang kita terima dengan memeriksa sumber informasi resmi,” ungkap Budi Arie dalam keterangannya.
Baca Juga:
Menanti Cairnya Dana Serapan Gula Demi Harga Stabil Petani
Klarifikasi BI Soal Uang Baru Rp22.500, Publik Diminta Waspada Hoaks
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
“Ketiga, pelajari dulu apakah pesan atau informasi tersebut akan bermanfaat jika disebarkan.”
“Jika informasinya benar namun tidak bermanfaat atau bahkan berpotensi menimbulkan perpecahan, maka jangan disebarkan,” sambungnya.
Baca artikel lainnya di sini :Prabowo – Gibran Berangkat Bareng ke KPU Gunakan Bus Listrik, Nusron Wahid Ungkap Alasannya
Budi Arie menegaskan, pencegahan penyebaran hoax membutuhkan partisipasi masyarakat.
Baca Juga:
Tragedi Sumur Minyak Blora, Antara Risiko Kematian dan Harapan Ekonomi
Tiga Wilayah Terendam, Tiga Pelajaran Penting Menghadapi Risiko Banjir Mendatang
KPK Selidiki Dugaan Suap Kuota Haji 2023-2024, Kerugian Negara Rp1 T
Hal ini merupakan bagian dalam menciptakan pesta demokrasi yang berkualitas.
“Ingat rekan-rekan semua, Pemilu 2024 adalah agenda kita semua. Agar penyelenggaraannya bisa kita rayakan bersama.”
“Maka dibutuhkan kontribusi dari semua pihak untuk menjaga kualitas pelaksanaannya,” tuturnya.
Berdasarkan data terbaru Tim AIS Kementerian Kominfo, lanjut Budi, sebaran hoax terkait Pemilu 2024 mencapai 117 isu.
Ratusan hoax itu tersebar di berbagai platform media sejak Januari 2022.
“Persebaran hoaks di ruang digital juga menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pemilu 2024,” ucapnya.
Baca Juga:
Prabowo dan Pemimpin ASEAN Tandatangani Deklarasi Kuala Lumpur untuk Visi 2045
Bimo Wijayanto Siap Jabat Dirjen Pajak, Tunggu Pelantikan dari Menteri Sri Mulyani di Kemenkeu
Gelombang PHK Masif di 2025: Angka Meningkat, Sektor yang Terdampak Semakin Meluas
“Sepanjang Januari 2022 hingga 12 November 2023 saja, Kementerian Kominfo telah mengidentifikasi 117 isu hoaks.”
“Mengenai Pemilu yang ditemukan pada berbagai platform digital,” imbuhnya.***